Alloh menjelaskan dalam kitab suci al-quran tentang penciptaan manusia. seperti tergambar dengan sangat jelas didalam surat al-mukminun (23) mulai ayat 12 sampai ayat 14. yang artinya "dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah (12) kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13) kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, kemudian segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain, maka Maha Sucilah Alloh, Pencipta yang paling baik (14)".
akan tetapi dalam surat yang sama (surat al-mukminun) dan lanjutan dari ayat tersebut Alloh menjelaskan tentang kepastian bahwa manusia itu bukanlah makhluk yang abadi atau hidup selamanya, tapi manusia akan mati dan akan dibangkitkan kembali setelah kematiannya. seperti yang tertulis "kemudian, sesudah itu, kamu sekalian benar - benar akan mati (15) kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) dihari kiamat (16)".
dari uraian diatas banyak pelajaran yang dapat kita ambil, bahwa kita berawal dari saripati tanah dan akan dikembalikan ketanah (dikubur) dan kita tidak pernah tahu akan berwujud seperti apa kita dibangkitkan dari kubur. kita hanya bisa menjalani dan tidak bisa berbuat sesuai kemauan sendiri, misalnya tentang waktu kpn kita diciptkan, kapan kita dimatikan, kapan kita dibangkitan. kita tidak kuasa utk menentukan sendiri. kalau sudah seperti ini, apa sich yang bisa kita sombongkan? pastinya tidak ada.
achmad zainuri
lahir di Tulungagung, nikah ama orang kediri, punya anak 3 (cewek cowok cewek) tinggal disukabumi
Sabtu, 08 Maret 2014
Akal
Alloh menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dari makhluk yang lain yakni dengan diberikannya akal. Alloh menempatkan akal dalam jasad manusia untuk menjadikan manusia dalam posisi sebagai kholifah. kenapa demikian? Hal ini dikarena dengan akal tersebut manusia bisa dan mampu membedakan mana yang baik (ma'ruf) dan mana yang buruk (munkar). walaupun hal ini dipengaruhi dari tahapan usia dan kebiasaan manusia tersebut. misalnya tahapan usia manusia adalah 0 sampai 1 tahun disebut bayi, 1 tahun sampai 3 tahun sering disebut Batita kemudian Datita kemudian remaja kemudian dewasa dan seterusnya. sedangkan untuk kebiasaan manusia juga ada beberapa hal yang mempengarui, misalnya; anak yang tinggal didalam ruang lingkup lingkungan keluarga yang pekerja keras dan ekonomi menengah kebawah (maaf) mereka biasanya akan berfikir lebih dewasa dibandingkan dengan usianya. hal ini sering kita lihat dimedia eketronik maupun media cetak. misalnya, pernah ditayangkan disebuah stasiun televisi swasta diindonesia, seorang anak dengan usia sekitar 5 tahun dia mengurus ibunya yang sakit. dia yang memasak, dia yang mencuci dan lain sebagainya. hal ini bertolak belakang dengan yang biasa hidup dilingkungan berkecukupan, yang mana ketika membutuhkan sesuatu tinggal panggil pembantu atau pelayan. sehingga dalam hal ini penulis menarik kesimpulan bahwa kedewasaan itu tidak selalu dengan usia yang puluhan tahun, akan tetapi anak yang usia masih beliaupun dia juga sudah bisa berfikir dewasa.
ini pendapat saya.. pendapat anda boleh disampaikan juga loh..
ini pendapat saya.. pendapat anda boleh disampaikan juga loh..
Langganan:
Komentar (Atom)